IRENA VS DIKI
Minggu, 04 Oktober 2009
  HASIL PENELITIAN
assm.wr.wb. akhi/ukthi fillah, ana adalah pemerhati berat dan pencinta perjuangan membela aqidah umat dari rongrongan setan setan melalui misi gereja yang ingin menjebloskan sebanyak-banyaknya umat manusia termasuk umat muslim untuk murtad ke agama sesat itu. sehingga ana memiliki semua koleksi para kristolog, lebih lebih yang dikeluarkan oleh irena center dan arimatea. dampaknya adalah ana harus berpikir lama untuk memutuskan menampilkan hasil penelaahan atau penelitian ini kepublik melalui situs ini, namun karena demi membela pejuang yang sebenarnya, maka apapun hasil akhirnya harus ana informasikan kepublik, walaupun hasil akhirnya harus membela salah satu pihak karena jelas bukti kebenarannya dan menjatuhkan satu pihak karena juga sudah terbukti kebohongannya. ana juga sangat menyadari hasil penelitian ini banyak melawan arus opini, namun kenyataanya opini ternyata justru sering bertolak belakang dengan fakta sebenarnya. setelah ana anggap cukup, dengan berat hati hasilnya penelaahan harus ditampilkan, apalagi ana sendiri sudah lama mengetahui bu irena handono dan pak diki chandra dari hasil karya-karya mereka, jadi bukan kenal pernah berteman atau bersama. mereka berdua sendiri tidak mengenal ana. jadi ada baiknya ana tidak kenal keduanya sehingga ana bebas saja mengeluarkan kesimpulan hasil penelitian ini.

dalam mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dibalik perseteruan bu irena handono dan pak diki chandra/arimatea, mungkin yang ana lakukan belum pernah dilakukan oleh yang lain. tahap awal ana mencoba membaca semua tanggapan diberbagai alamat situs/milis. hasil kesimpulannya ternyata komentar komentar tersebut semua asal menanggapi secara emosi, sifatnya asal meramaikan, tidak ada nilai ilmiahnya, intinya semua tidak ada mutunya alias ngawur.

setelah dua bulan ini mencari tahu kepada pihak yang tepat untuk diminta konfirmasinya, namun ana menghindari melakukan konfirmasi kepada pihak yang memiliki kepentingan atau kepada orang yang dianggap cs beratnya atau keluarganya, baik istri/suami dan anak anaknya yang akan selalu membelanya atau kepada pihak yang sebenarnya tidak paham apa apa. kemudian setelah ana berhasil dua kali bicara langsung dalam kesempatan yang sempit kepada bu irena handono dan pak diki chandra disaat setelah mereka mengisi acara kajian dengan tujuan ingin selintas saja mengetahui untuk memperbandingkan cara bicara dan keterbukaan keduanya. kemudian setelah ana buka situs resmi irena center dan arimatea. kemudian juga setelah bertanya kepada pihak yang pernah mengundang keduanya untuk mengisi kajian dan setelah dengan berbagai macam cara lainnya. kemudian semua itu ana lakukan dengan target utamanya ingin mencoba mengungkap sisi yang luput dari perhatian orang lain, maka hasil kesimpulan ana adalah sebagai berikut;

YANG PERTAMA MEMPERBANDINGKAN SOSOK DAN PRIBADI KEDUANYA;
1. secara umum karekater bu irena tertutup, SEBALIKNYA pak diki adalah pribadi yang terbuka.
2. saat mengisi kajian/ceramah, bu irena melarang ada dokumentasi (direkam suara, di foto, maupun dishooting), walaupun itu permintaan dari panitia, SEBALIKNYA pak diki mempersilahkan siapapun untuk merekamnya.
3. ketika kita tanya ke irena center ingin sekedar bertanya tentang latar belakang jatidiri irena, maka kita akan mendapat jawaban yang setengah kesal dan terlihat mereka tidak suka. pantas ini kemudian jadi terbukti saat kita lihat data email dari mantan temennya bu irena disaat sekolah dulu, suster lucia lis winata, -yang ana lampirkan-, irena bukan mantan biarawati. ini sangat bertolak belakang dengan pengakuan bu irena yang bisa dilihat dalam lampiran yang ana muat dilembar terakhir laporan ini, dalam surat yang di fax dari kantor irena center, bu irena mengaku sebagai mantan biarawati. jadi dalam hal ini jelas bu irena berdusta dan misterius. SEBALIKNYA pak diki dengan mudah menjelaskan tanpa tersinggung ketika kita bertanya latar belakangnya. bahkan pak diki menawarkan untuk mengcopy semua identitas dan latar belakang dirinya kepada siapapun yang menghendakinya. jadi bagi ana pak diki justru sosok yang clear.
4. ternyata setelah kita teliti secara benar dan mendalam, fakta yang sebenarnya banyak mengeluarkan fitnah justru bu irena terhadap pak diki, seperti penyataan bu irene sebelum kasus isu terbaru terkait pengakuan imam safari, bu irena menyatakan di situs; www.imeem.com pak diki berhasil mengislamkan ratusan pendeta, padahal setelah kita tanya diki langsung dan keberbagai pihak, seumur umur tidak pernah ada pernyataan tsb, yang benar saat dialog terbuka dengan seratus pendeta ada satu diantara mereka yang masuk islam itupun melalui proses yang panjang, jadi disini bu irena mengeluarkan kalimat dusta dan fitnah. fitnah bu irena berikutnya yang terjadi jauh sebelum kasus menghebohkan terakhir ini seperti diungkap disitus; www.arimateapusat.blogspot.com pak diki yang menyusupkan andronikus ke MMI. fitnah bu irena berikutnya pak diki merekayasa oknum jadi jadian yang bernama imam safari yang sebenarnya menurut bu irena imam safari itu tidak ada, dan berbagai pernyataan irena lainnya, yang ternyata itu fitnah belaka. SEBALIKNYA ana tidak pernah menemukan fakta pak diki pernah menyatakan yang berbau fitnah terhadap bu irena, adapun kaitan dengan kasus imam safari yang menghebohkan itu, pak diki memiliki landasannya yang kuat. dan ternyata bukan kehendaknya pula kasus ini jadi heboh.
5. ketemu bu irena harus ada birokrasi terlebih dahulu seperti menghadap pejabat, SEBALIKNYA walaupun tidak dikenalnya ketemu dengan pak diki bisa langsung kapan saja bahkan mendadak saat itu juga, asal ybs tidak ada kegiatan apa apa. padala setalh kita tahu keduanya,dari resikonya menurut ana lebih besar ancaman kepada pak diki, salah satu faktanya lihat disitus; www.arimateapusat.blogspot.com tidak dapat kita bantah perjungan pak diki/arimatea sangat berani dengan menangkapi para penyusup salibis, menampilkan tulisannya yang membongkar kegiatan intelijen salibis, yang tentunya sangat berbahaya bagi seorang pak diki yang menjadi motor pergerakan ini bila menerima siapa saja yang ingin bertemu dirumahnya, namun pak diki mempersilahkan ana yang belum dikenalnya bila ingin bertemu di rumahnya, bahkan ketika ana sms minta alamatnya, ia memberikannya. luar biasa.
6. jika dicermati dengan baik, kita tidak pernah mendengar pihak atau utusan dari irena center ada dilapangan untuk menangani ketika ada kasus kasus pemurtadan, SEBALIKNYA ana dan banyak pihak sering mendengar banyak kasus akibat gerakan musuh musuh islam ditangani oleh tim arimatea, bahkan ana dengar dari pihak yang pernah ditolong, diki langsung yang turun menanganinya.
7. ketika kita mengundang bu irena untuk mengisi acara, anaknya selly sety yang mengatur jadwalnya banyak persyaratan dan permintaanya yang diminta kepada panitia, SEBALIKNYA pak diki tidak pernah ada permintaan dan syarat apa apa, bahkan ketika ana coba menghubungi dengan menyampaikan rencana mengundangnya dengan penjelasan panitia memiliki dana terbatas, terucap jawaban dari mulutnya langsung; ”jika panitia tidak memiliki dana cukup untuk acara tersebut, biar saja anggaran pengganti transport untuk saya tidak perlu ada, dana yang ada pakai saja untuk persiapan acara”.
8. bu irena yang menurut ana tidak ada suatu alasan yang kuat sehingga membahayakan dirinya namun sepertinya dikawal terus, SEBALIKNYA pak diki yang ana lihat justru seseorang yang banyak berhadapan langsung dengan pihak musuh musuh islam, berani menulis tentang gerakan musuh musuh islam dengan tingkat kedalaman yang luar biasa, memimpin penangkapan para penyusup seperti dijelaskan diatas, lebih berani dan mendalam ketika ia menjadi narasumber didalam acara kajian, namun ia tidak terlihat ada pengawalan, bahkan ana pernah melihat dirinya keluar dari mobil yang ia kendarain sendiri saat mengisi kajian, hanya ditemani istrinya saja.
9. mungkin karena nomornya tidak dikenal, jika kita telepon ke no hp bu irena tidak pernah diangkatnya atau tidak ada ada sms balik dari bu irena yang mempertanyakan ke nomor telepon masuk tersebut. no hp bu irena tsb ana peroleh dari sohib seorang aktifis yang dekat dengan bu irena. menurutnya no hp tsb langsung dipegang bu irena dan selalu diangkat jika ia yang telepon. SEBALIKNYA pak diki mau mengangkat telepon dari ana yang belum ia kenal. sudah ana coba beberapa kali dari no hp yang berbeda. pak diki juga pernah sms balik mempertanyakan ke hp ana ketika tidak diangkat olehnya dengan kalimat: ”tadi tlp? maaf tadi sedang ada kegiatan, ada yang bisa dibantu?”.
10. bila kita minta bantuan untuk menangani kasus kasus akibat gerakan gereja ke pihak irena center maka kita akan diberikan jalan keluar yang masih dalam tingkat basa basi, SEBALIKNYA jika kita meminta bantuan ke pihak arimatea, baik ke pak diki langsung, ke wisma muallaf, pihak arimatea lainnya, maka akan mendapat respon positif dan tindakan nyata.
11. bila seorang muallaf datang ke irena center untuk meminta perlindungan dan meminta bimbangan, apalagi tinggal, maka sekali lagi pihak irena center bada dan cara memberi solusinya tidak konstruktif, basa basi dan tidak mau menampung muallaf, SEBALIKNYA jika kita datang ke pak diki dan arimatea maka tanpa kita dibebani dulu dengan macam macam teori, jawaban pertama pak diki langsung responsif dan jelas, misalnya kita disuruh datang ke wisma muallaf yang dikelola arimatea di daerah bintaro jaya sektor 9 dan tindakan nyata lainnya. jadi sepertinya sifat dan karakter muallaf bagi pak diki adalah urusan nomor dua yang penting menolong dulu.
12. bila kita izin untuk menggandakan kaset bu irena, maka tidak mudah memperoleh izinya, SEBALIKNYA pak diki akan mengizinkan vcd produk arimatea digandakan. bahkan ketika mengisi kajian yang ana hadiri, ia menyatakan vcd arimatea halal dibajak.
13. irena center itu sehari hari isinya adalah keluarga besar bu irena sendiri, memang ada penasehat nya adalah tokoh tokoh lainnya diluar keluarganya, namun kan mereka tidak tahu betul irena center sehari-hari, karena ana yakin mereka asal pasang nama alias tidak ada fungsi nyatanya. SEBALIKNYA arimatea itu sehari harinya banyak pihak yang terlibat, jadi pak diki dikelilingi oleh aktifis yang bukan kumpulan keluarga. Yang menarik pak diki selalu ingin arimatea itu harus merupakan gabungan dari latar belakang harokah yang berbeda.
14. pihak irena center melalui selly sety (anaknya bu irena) dan cs cs nya, sangat rajin masuk ke milis milis menceritakan aib dan perseteruannya dengan pak diki/arimatea, bagi yang sering membuka milis/situs sangat tahu hal ini. SEBALIKNYA pihak pak diki/arimatea atau cs cs nya tidak pernah masuk ke milis milis untuk membalasnya. bahkan yang ana tahu, arimatea baru membuat situs untuk publik itu beberapa bulan setelah kasus menghebohkan ini mencuat. sehingga opini (bukan kebenaran) dimenangkan oleh pihak bu irena.
15. melihat bukti copy surat yang ana peroleh dari salah satu pengurus arimatea, surat tersebut ditujukan ke direktur dompet dhuafa di fax dari kantor irena center dibuat pihak selly sety bersama dengan abu taqi (tertulis dalam surat tsb sebagai ketua) surat tertanggal jauh sebelum peristiwa kaitan dengan imam safari yang menghebohkan mencuat, terlihat sekali dalam surat tersebut ambisi keduanya untuk merebut wisma muallaf, namun mereka tidak berhasil merebut wisma muallaf tersebut, SEBALIKNYA pak diki yang ternyata tidak pernah meminta meminta ke dompet dhuafa/tabung wakaf indonesia untuk diberikan wisma muallaf kepadanya, justru tetap menerima amanah tsb dari dompet dhuafa/tabung wakaf indonesia.
16. kita tidak pernah memperoleh data bu irena pernah menghasilkan sesuatu yang nyata untuk kepentingan umat, kecuali menulis buku, vcd & berceramah. karya tulis/vcd belum tentu diniatkan untuk kepentingan umat, karena buku menghasilkan uang. SEBALIKNYA melalui berbagai dokumenter yang ada di isi VCD arimatea (bukan vcd ceramah), melalui data yang ada di situs arimateapusat.blogspot.com dan saksi saksi yang ana datangi, pak diki tidak bisa dibantah telah banyak berbuat secara nyata dilapangan untuk kepentingan umat islam. bahkan dengan kondisinya yang sederhana, pak diki telah mampu banyak menampung, menolong dan membina para muallaf dan korban korban aliran sesat, yang tentunya mengeluarkan dana yang tidak sedikit.
17. sebelum melaporkan ke pihak kepolisian, bu irena juga pernah melaporkan para pejuang islam dilapangan untuk kepentingan umat, antara lain akhi mulyadi, motornya dan ruhnya fakta (forum gerakan anti pemurtadan) ke pihak kepolisian. SEBALIKNYA pak diki candra seperti dijelaskan diatas yang banyak difitnah oleh irena dan oleh pihak lainnya, tidak pernah melaporkan ke pihak kepolisian.


TERKAIT PERSETERUAN YANG MENGHEBOHKAN YANG BERAWAL DARI SURAT PERNYATAAN IMAM SAFARI
setelah ana membuka situs resmi irena center yang membahas tentang kasus ini, setelah ana datang langsung ke irena center dengan teman ana yang kenal dengan bu irena, kemudian setelah ana buka situs situs lain yang rame membicarakan isu ini, dan juga setelah ana mencari tahu dengan berbagai cara, maka ana mendapat kesimpulan sebagai berikut ;
1. pernyataan pihak bu irena bahwa imam safari itu tokoh hayalan yang diciptakan pak diki candra, menurut ana pernyataan itu justru fitnah bu irena kepada pak diki, sebab imam safari itu terungkap kemudian ada, bukan fiktif.
2. pernyataan pihak bu irena yang menyatakan pak diki memfitnah irena penyusup, justru menurut ana pernyataan itu adalah fitnah bu irena kepada pak diki. sebab pak diki dan arimatea tidak pernah menyatakan bu irena adalah penyusup.
3. alhamdulilah karena pengetahuan yang ditunjukan ALLAH SWT ke ana, pernyataan seseorang yang mengaku muallaf yang menyatakan pak diki tidak pernah sholat dan munafik, ternyata muallaf tersebut sering berada di irena center, dan beberapa kali ikut berunding bagaimana cara membalas dan menjatuhkan pak diki. jadi secara langsung pihak bu irena mendorong terbitnya fitnah tersebut di majalah sabili yang menurut ana sabili cukup sembrono.
4. pernyataan bu irena bahwa semua kasus ini adalah rekayasa pak diki, terbukti tidak benar, karena buktinya pak diki berani mubahallah. bagi yang jeli, mubahallah sebenarnya juga menguntungkan pak diki, sebab ini membuktikan bahwa semua ini bukan rekayasa pak diki. jadi kalimat rekayasa ini adalah bentuk fitnah bu irena kepada pak diki.
5. pernyataan bu irena bahwa pak diki yang memulai memberitakan ini ke publik, ternyata tidak benar, dari fakta yang ada ternyata pihak bu irena yang duluan mempublikasikan ini keluar. Jadi dari sini berarti pihak bu irena memfitnah pak diki dengan menyampaikan berita yang tidak benar.
6. agresifnya pihak bu irena mempublikasikan kasus ini, justru telah banyak menyesatkan tokoh dan umat, sehingga tokoh dan umat ikut menanggung dosa berburuk sangka dan dosa menyebar isi isi fitnah fitnah tersebut.


INFORMASI DAN DATA DARI PIHAK KETIGA
setelah melihat hasil penelaahan atau penelitian diatas, setalah tahu sosok pak diki/arimatea yang sebenarnya, setelah tahu sosok bu irena/irena center yang sebenarnya, maka ana yang awalnya cukup terpengaruh oleh isu yang agresif dipublikasikan pihak bu irena, ana saat ini justru berbalik mempertanyakan siapa sebenarnya bu irena ini, bagi ana justru saat ini bu irena menjadi sosok yang misterius. karena itu pada akhirnya ana harus mencari tahu sosok bu irena yang lebih mendalam dengan mencoba jalan lain yaitu membuka berbagai situs yang mempertanyakan dan merasa tahu tentang bu irena, termasuk dari pihak nasrani. berikut ini ana tampilkan sebagian situs yang membahas tentang bu irena. ada beberapa situs yang diterbitkan beberapa tahun lalu yang tidak ana tampilkan karena kelihatannya terlalu kasar menyerang bu irena. silahkan kita semua menganalisa sendiri semua info tersebut.


CONTOH PERTAMA ;
[ppiindia] Fw: Siapakah Hj. Irene handoko sebenarnya...
Arriko Indrawan
Fri, 15 Sep 2006 03:18:52 -0700
Subject: irene handoko
From: "Lucia Lis Winata" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thu, September 14, 2006 5:45 pm

Siapakah yang mengaku mantan Suster Hj.Irene Handono ?

Menurut kesaksian Sr.Lucyana, Irene masuk postulanbiara suster Ursulin Tahun 1974 diJalanSupratman I bandung. Hanya beberapa bulan sebagai pastulan, karena selanjutnya dia tidak diterima untuk melanjutkan ketahap berikutnya yang diawalin dengan proses "kleding" (penerimaan pakaiansuster). Alasannya tidak diterima karena Irene mengidap berbagai penyakit seperti asma, sehingga sampai kasur tidur harus special tidak seperti kasur2 di biarawati yang lain, selain itu irene juga membawa motor pribadi merk suzuki. Maklumorang tuanya adalah pengusaha pabrik plastik dan perternakan ayam di jawa timur. Lebih dari itu, ada kekhususan yang dimiliki irene, yaitu irene tidak lebih dulu melalui tahapan pengenalan
selama 1 tahun (aspiran) sebagaimana biasanya, melainkan langsung menjadi
postulan yang merupakan tahap kedua setelah aspiran.

Saat postulan irene mendapat tugas studi filsafat dijalan pandu yang sekarang menjadi falkultas filsafat dan teologi bandung. Tapi berhubung dia tidak diterima untuk proses kleding , maka ia hanya beberapa bulan saja studi filsafat dan berhenti, menurut suster lucy, ia baru pada tahap pengantar ilmu filsafat dan sejarah gereja. Karena tidak bisa melanjutkan pada proses tahap selanjutnya dibiara, dia pun pindah ke jakarta dan tinggal diasrama putri St.Ursula dijalan Pos II Kemudian irene masuk kuliah di universitas katolik atmajaya Jakarta.
Sebagai mahasiswa dia harus melanjutkan proses ploncoan . pada saat
orientasi itulah dia mengenal seoang senior bernama Maxi Sintu Da Rato yang menjadi pemimpin plonco, yang pada akhirnya menjadi suaminya pada tahun 1975 mereka menikah di gereja Katolik Pacet, Mojokerto, Jawa timur.
Dari pernikahan itu Tuhan mengkarnuniai 3 orang anak. Pasangan ini tidak langgeng. Karena itu keduanya berpisah . Kabarnya irene akhirnya hidup dengan seorang pria arab-pakistan, yang bekerja pada perternakan warisan Ayahnya yang dipercaya kepada mantan suaminya maxi. Lebih lanjut teman2x yang seangkatan yang sudah menjadi suster antara lain : Sr. Engeline menjadi kepala sekolah Smp vincentius putri jakarta di jalan otista,jaktim, Sr imelda suster di St.theresia Jl. sabang, jakarta, Sr Benigna yang dulu pemimpin postulan dan novisiat biara ursulin dibandung, dan kini tinggal di biara otista.

Jadi dengan tegas Sr.Lucyana mengatakan bahwa irene bukan mantan biarawati. karena tahapan menjadi seorang biarawati tidak dilalui irene. Menurutnya tahapan menjadi biarawati ursulin adalah pada saat menerima pakaian suster(kleiding) atau masuk masa noviat. Masa itu harus dijalani selama 2 tahun.
Kemudian masa yunior dengan mengikarkan kaul pertama yang harus dijalani 5 tahun. setelah itu baru seorang biarawati menjadi biarawati sesungguhnya dengan mengikarkan kaul kekal. Dengan demikian klaim irene bahwa irene adalah mantan biarawati sampai belajar diperguruan tinggi teologi sama sekali tidak benar.
(See attached file: untitled-2)

[Non-text portions of this message have been removed]
******************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
___________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)




CONTOH KEDUA ;

Siapakah Irena Handono?
Muhaxxxx
Total Topics: 0
Total Posts: 1
30 May 04 - 6:26 pm
MOHON PENJELASAN IBU USTDZ Hj. IRENE HANDOYO

Saya seorang wartawan salah satu harian lokal di Indonesia (maklum) selalu kristis.
Ibu ustdz Irene handoyo mulai masuk biara pada usia kalo ga salah 19 tahun (mohon diingat-ingat bu..!) terus menjadi muallaf pada tahun 1983 (usia 26 tahun), sebelum muallaf ibu menikah dengan pria Katholik dan melanjutkan pendidikan di Univ Atmajaya dan dikaruniai anak 3 org. Usia perkawinan adalah 5 tahun. Saya mau tanyakan apakah ibu keluar dari biara pada usia 21 tahun??? dgn kata lain hanya 2 tahun saja hidup membiara dan setelah keluar dari biara ibu langsung menikah dengan pujaan hati ibu saat itu??? Sebab menurut keterangan teman saya (Katolik) seorang yang masuk biara dibagi dalam beberapa tahap. 3 tahun pertama disebut Novis, artinya masih umat biasa. Jaid menurut keterangan ibu, ibu ini belum ambil sumpah kaul 1, ibu tdk layak disebut biarawati tapi Novis. Dan lagi di seminari manapun itu tdk pernah satu orang pun wanita diijinkan untuk "hinggap" di seminari sebab itu sekolah khusus untuk calon Imam atau Pastor(laki-laki). Menurut keterangan yang saya peroleh ibu tinggal di kaki bukit daerah Jogja, selama ibu menjadi Novis ibu pernah terlibat affair dengan diakon (satu tahap lagi menuju Pastor), tapi karena affair ketahuan di biara ibu, ibu terlanjur malu lantas ibu mengalihkan aib ibu kedalam Islam. Bejad sekali ibu. Ibu pikir Islam tempat orang-orang seperti ibu??. Saya terlanjur malu karena terlibat penduplikasian dan pendistribusian vcd kesaksian ibu yang ternyata palsu itu. Semoga Niat ibu menjadi Islam diluruskan oleh Allah SWT. Amin

Ibu Irene yang terhormat,
Sekalipun saya tidak pernah merasa mendeskreditkan anda. Pertanyaan-Pertanyaan yang saya ajukan sangatlah mendasar.
Bagaimana mungkin orang bisa percaya bahwa dakwah ibu itu adalah benar, bila untuk hal-hal kecil saja Ibu tidak bisa memberikan penjelasan.
Tolong sekali lagi ya Admin, saya minta penjelasan langsung dari Ibu Irene Handono.
Mengapa dia perlu mengatakan dia itu mantan biarawati bila dia tidak pernah diambil sumpahnya? Mengapa perlu dia mengaku bahwa Ia bahwa belajar Teologi bertahun-tahun sementara Ia hanyalah seorang postulan yang baru masuk biara setahun, sebelum akhirnya dia meninggalkan biara?

Tidak perlu rasanya menutupi pertanyaan saya ini dengan tulisan yang panjang-panjang.
Bila Anda mau bicara tentang hal-hal yang Haq, maka tegakkanlah kebenaran,
akuilah kesalahan dalam kesaksian awal Anda,
hal itu jauh berharga daripada melarikan diri dari kenyataan bahwa Anda pernah berbohong.
Mungkin fitnah yang selama ini pernah dituduhkan pada Nasrani bahwa mereka diijinkan berdusta dalam berdakwah, dusta itu sebenarnya adalah borok pada diri Anda sendiri.
Source: SIAPAKAH IRENE
http://indiegal.wordpress.com/2006/08/29/irene-handono-and-all-of-the-crazy-stuffs-bout-kristeni/


CONTOH KETIGA ;
Mau tahu soal si Irene ini?
Joined: 28 Aug 2005
Posts: 9
Location: Singapore
Posted: Mon Aug 29, 2005 8:30 am Post subject: Sedikit Info tentang Irene Handono
---------------------------------------------------------------------- ----------
Halo teman-teman,
Saya adalah salah seorang keponakan Irene Handono yang mempunyai hubungan darah dengan dia secara langsung.
Saya ingin menegaskan bahwa Irene Handono memang dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga Katolik. Sewaktu remaja dia mencoba untuk menjadi biarawati, tetapi setelah masuk sekolah biarawati selama hampir 2 tahun dia tertarik oleh salah seorang calon Romo yang juga baru masuk seminari dan pada akhirnya mereka berdua menikah sampai mempunyai 4 orang anak.
Hal yang paling kami sesalkan dalam keluarga adalah saat dia memaksa untuk bercerai dengan suami pertama agar bisa menikahi suami kedua (sampai sekarang) walaupun dengan menikah dengan suami ke-2 kedudukan dia sebagai istri yg ke... , karena suami yg ke-2 sudah anak istri.
Irene Handono belajar menjadi Islam sejak saat dia memutuskan untuk menikahi suaminya yg ke-2 yang merupakan penganut Islam.
Jadi jika Irene Handono mengklaim bahwa dia seorang mantan biarawati, tentu saja itu tidak benar. Dia adalah produk anak manja oleh nenek saya karena merupakan satu-satunya anak perempuan dari 5 bersaudara.
Semoga sedikit info ini bisa berguna.
Shalom
Han
Source: SIAPAKAH IRENE
http://indiegal.wordpress.com/2006/08/29/irene-handono-and-all-of-the-crazy-stuffs-bout-kristeni/



CONTOH KEEMPAT ;



Forum Diskusi Kristen Internasional > AP - DISKUSI ROHANI KRISTEN > Kesaksian

kesaksian Hj. Irena H. PALSU...??

User Name
Remember Me?

Password





#1 (permalink)
16th August 2004


- DanDeLioN -
I'm BacK!! Join Date: Jul 2004
Location: DisneyWorld
Age: 25
Posts: 3,617



kesaksian Hj. Irena H. PALSU...??
________________________________________
hai smuanya..., aku cuma mau tanya, waktu itu ada yang bilang kesaksian Irena itu palsu yah..?? katanya sudah terbukti di webgaul..
Tapi, saat ini saya belum dapat artikel / postingnya..!!

teman2 bisa bantu ngga untuk cariin, aku penasaran ajaa...!!
aku kan dari Kristen sendiri di rumahku... jadi orang tua aku suka ungkit2 / nyindir mengenai muallaf gitu dehh..!!

Tapi, aku ngga bakal kasih artikel ttg kesaksian palsu Irena pada org tuaku..
cuma sekedar ingin tau aja, palsu dimananya..? dan bagaimana buktinyaa..??
penasaran bgt sehh..!!

Untuk yg belum tau.. Irena H itu adalah biarawati yang akhirnya masuk islam, ceritanya.. sampe di sebar ke vcd-vcd..!!
__________________
Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.

Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
#2 (permalink)
16th August 2004


#5 (permalink)
17th August 2004

kepikbiru
AP - Community Administrator

Join Date: Jun 2004
Location: kepikbiru
Posts: 7,385




dari user yg namanya sheen (katolik):

Yang bikin kesaksian ini (Irena Handono) sama sekali nggak ngerti kalau seorang wanita hendak menjadi seorang biarawati katolik harus menempuh masa pendidikan dalam rumah pendidikan tarekat setempat, mulai dari masa postulat, novisiat hingga kaul pertama yang memakan waktu kurang lebih 3 tahun. Dalam kurun masa tersebut, sang calon biarawati sama sekali tidak boleh meninggalkan rumah pendidikannya. Dalam masa sebelum kaul pertama, ia sama sekali tidak akan disebut sebagai 'biarawati/suster' tapi novis. Kalau umur 18 tahun masuk biara, 19 tahun udah biarawati, masa postulat dan novisiatnya cuman setahun? Mempersiapkan kaul pertama aja bisa setahun sendiri...

Seorang biarawati nggak akan pernah bersekolah di seminari. Untuk apa? Seminari adalah jenjang pendidikan para calon imam. Biarawati kuliah di fakultas manajemen, hukum, keperawatan, bahkan teknik sipil, itu masih mungkin. Tapi Institut Filsafat Theologia?

Kalau belum ada yang pernah tahu, seminari tidak punya dan tidak pernah pakai jurusan. Jelas penulis sama sekali nggak tahu apa itu seminari. Mungkin karena tahunya di IAIN ada Fakultas Ushuluddin, dianggap di seminari juga ada Jurusan Comparative Religion.
#6 (permalink)
17th August 2004

kepikbiru
AP - Community Administrator

Join Date: Jun 2004
Location: kepikbiru
Posts: 7,385





dari kepik:

emang sih Irena Handono itu orangnya physically memang ada, en mungkin vcd kesaksiannya memang ada.
tapi kok banyak yg nggak sama yah kesaksiannya ...

contohnya di postingan pak boss dia bilang dia :
Quote:
"Islam" jawabku tegas. Akhirnya rahmat Allah datang kepadaku. Aku kemudian mengucapkan dua kalimat syahadat di depan beliau. Waktu itu tahun 1983, usiaku 26 tahun.
di majalah ini dia bilang dia tahun 1982
[url]http://www.hidayatullah.com/sahid/9808/PROFIL.HTM[/url]
Quote:
Setelah melewati liku-liku yang panjang, enam tahun kemudian, l982, Irena baru mengikrarkan syahadat di Masjid Al Falah Surabaya dibawah bimbingan KH Misbach, Ketua MUI Jatim. Badai ternyata bertambang kencang, seperti teror misalnya. Toh ia tetap tegar hingga kini. Semoga.•
terus di majalah yang sama katanya dia lahir 30 Juni 1954
artinya :
tahun 1983 umurnya : 29 tahun
tahun 1982 umurnya : 28 tahun

dia umur 26 tahun harusnya tahun 1980 ...
kepik ngerti kalo some women suka untuk ngaku umur yang lebih muda but this is just too weird .. kalo emang kejadian itu some life changing experience, pasti nggak bakalan lupa/salah inget.

di majalah ditulis 6 tahun setelah dia menyadari kebenaran Islam (I guess setelah dia keluar dari seminari/biara/institut/wherever) lalu dia married just 1 tahun setelah keluar dari biara, dengan seorang Katolik nevertheless ... kinda weird untuk seseorang yg lagi limbo antara Islam dan Katolik untuk segera menikahi seseorang dalam waktu kira2 1 tahun keluar dari institut/biara... baru dia bertemu KH Misbak...
kalo emang dia bersyahadat tahun 82/83, berarti umur waktu dia menemukan kebenaran itu umur 21/22 married umur 22/23 dan bersyahadat dan bercerai umur 28/29 ... not exactly 26 ...

Terus another weirdness, KH Misbach baru menjabat Ketua MUI Jatim tahun 1985 ... pada tahun 1982/1983 dia bukan ketua MUI Jatim. Tahun 1985, umur irena itu 31 tahun.

ada lagi another weird excerpt dari website lain :
Quote:
alhikmah.com - Sekilas kisah pemateri Ustadzah Irene Handono ( Mantan Biarawati Gereja ) Beliau dahulunya ada seorang biarawati yang lama belajar dalam kependidikan khusus pastur akhir. Suatu ketika beliau mendapatkan materi Islamologi, yang bertujuan 'mengenalkan Islam' agar dapat memusuhinya.
CMIIW kok bisa seorang biarawati mengambil kependidikan khusus pastur akhir ...
en yang anehnya menurut wawancara al hikmah, si irena handoko sudah "lama belajar" sedangkan menurut kesaksian kutipan Pak Boss dia umur 19 tahun (baru 1 tahun, bukan "lama belajar") sudah masuk Institut Filsafat Teologia dan belajar ttg Comparative Religion, Islamologi dan diawal kuliah dia sudah mulai mempertanyakan, bukan setelah lama belajar.

di kesaksian yg ditulis Pak Boss itu narrative, dari first person perspective (suara si irena handono sendiri), dari majalah (hidayatullah dan al hikmah) itu interview langsung.
oops sorry, yang ditulis Pak Boss itu hasil wawancara Irena Handono sendiri yang juga dimuat di majalah , either langsung dari rekaman atau dikarang dengan bentuk first person perspective.

menurut hasil wawancara majalah hidayatullah, suami Irena adalah Ali Zeman, seorang pengusaha.
menurut hasil wawancara majalah yg dikutip PakBoss (Hidayah) suaminya adalah Masruchin Yusufi, seorang ulama dan mereka berdakwah .
#7 (permalink)
17th August 2004

kepikbiru
AP - Community Administrator

Join Date: Jun 2004
Location: kepikbiru
Posts: 7,385







Powered by vBulletin® Version 3.6.8
Copyright ©2000 - 2009, Jelsoft Enterprises Ltd.
Search Engine Optimization by vBSEO 3.1.0
Template-Modifikationen durch TMS



KESIMPULAN


akhi/ukthi fillah, jadi siapa dan bagaimana sebenarnya jatidiri bu irena itu?

karena ana tidak ingin peristiwa snouck horgrnje dan juga penyusupan penyusupan terjadi seperti diungkap di situs arimatea, terulang lagi di bumi kelahiran kita ini, maka ana meminta semua untuk berhati hati, jangan emosional membela atau memihak atau menyalahkan sesuatu yang tidak kita pahami benar. jika ada yang menyatakan dengan nalar tidak mungkin bu irena berbuat itu, maka jawabannya siapa yang bisa memastikan tidak mungkin, fakta seorang snouck horgronje mampu melakukan itu, bahkan ia mampu berhohong kepada istri dan anak anak kandungnya sendiri dengan penyamaran yang sempurna. baginya misi dan berbakti kepada tuhan adalah segala galanya.

ini bukan berarti ana sudah memastikan bu irena seperti snouck, namun seperti dijelaskan diatas, jangan emosional membela, menyalahkan, berpendapat, tanpa ilmu dan landasan yang kuat. ana hanya bertujuan agar kita semua waspada dan sama sama mencari tahu. ana sangat sayangkan ada tokoh yang emosional memihak, dan menyerang satu pihak lagi dengan hujah yang lemah dan tanpa penyelidikan. tanpa disadarinya sebenarnya tokoh tersebut merendahkan dirinya sendiri.

jadi ini pekerjaan rumah kita semua untuk mengungkap kebenaran sejati demi membela umat dan agama kita.

akhi/ukthi fillah, dengan alasan ana sudah menunjukan sedikit data dan mengajak semua pihak agar sama sama melakukan croscek, maka ana tidak bisa secara terbuka menyatakan jatidiri ana sendiri. biarlah lebih baik ana lebih memilih dianggap pengecut dari pada ana mengorbankan sesuatu yang menjadi pertimbangan ana.
 
informasi hasil penyelidikan irena

Arsip
Oktober 2009 /


Powered by Blogger

Berlangganan
Entri [Atom]